Senin, 25 Maret 2013

Jas Merah ( Jangan Melupakan Sejarah ) Bank Negara Indonesia atau umumnya Bank BNI



Sebelumnya dijelaskan sebagai berikut tentang Perbankan adalah lembaga keungan yang berperan sangat vital dalam aktivitas perdagangan internasional serta pembangunan nasional. Pada dunia ekonomi modern saat ini, masyarakat sangat bank minded. Ini dapat dilihat dari makin maraknya minat masyarakat untuk menyimpan, berbisnis, bahkan sampai berinvestasi melalui perbankan. Hal ini menyebabkan semakin maraknya dunia perbankan yang dapat dilihat dari tumbuhnya bank-bank swasta baru walaupun pemerintah semakin memperketat regulasi pada dunia perbankan. Berikut ini adalah pengertian dan definisi perbankan:
  • MANGASA AGUSTINUS SIPAHUTAR Perbankan merupakan institusi intermediasi yang berperan sebagai perantara aktivitas finansial
  • THOMAS SUYATNO Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya
  • GUNARTO SUHADI Perbankan adalah suatu kegiatan usaha yang selalu melayani dan hidup dalam kesatuannya dengan kegiatan ekonomi nyata di masyarakat mana pun
  • UBAIDILAH NUGRAHA Perbankan adalah payung dan dasar dari seluruh kegiatan wealth management di dunia keuangan modern
  • PERMADI GANDAPRAJA Perbankan merupakan tatanan dari berbagai jenis dan fungsi perbankan yang harus bergerak secara harmonis dan sinergis menuju sasaran yang ditetapkan
  • ABDULLAH SIDDIK Perbankan adalah sarana pembantu yang cukup vital bagi perdagangan internasional dan pembangunan nasional, dimana bank - bank menghimpun dan menjalankan dana melaui jasa - jasa
  • LOVETT Perbankan merupakan salah satu leading indicator, disamping pasar modal sebagai alat ukur sejauh mana tingkat perekonomian suatu negara itu stabil 
  • BAMBANG WIJAYANTA & ARISTANTI WIDYANINGSIH Perbankan merupakan produsen uang sekunder bagi masyarakat.




"Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat, bangsa dan Negara Republik Indonesia, selama 66 tahun usia BNI sejak didirikan pertama kali pada tanggal 5 Juli 1946, BNI terus tumbuh dan berkembang bersama Negeri, mengawal pembangunan di berbagai sektor industri, sesuai dengan tagline BNI Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa" Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.


Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional. 


Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri. 


Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional. 


Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai 'BNI 46'. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - 'Bank BNI' - ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988. 


Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996. 


Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus. 


Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi 'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Pada akhir tahun 2011, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60% saham BNI, sementara 40% saham selebihnya dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing.

Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Kapabilitas BNI untuk menyediakan layanan jasa keuangan secara menyeluruh didukung oleh perusahaan anak di bidang perbankan syariah (Bank BNI Syariah), pembiayaan (BNI Multi Finance), pasar modal (BNI Securities), dan asuransi (BNI Life Insurance).

Dengan total aset senilai Rp 299,1 triliun dan lebih dari 23.639 karyawan pada akhir tahun 2011, BNI mengoperasikan jaringan pelayanan yang luas mencakup 1.364 outlet domestik dan 5 cabang luar negeri di New York, London, Tokyo, Hong Kong dan Singapura, 6.227 unit ATM milik sendiri, serta fasilitas Internet banking dan SMS banking yang memberikan kemudahan akses bagi nasabah.


Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.

Sejarah

  • 1946 - Didirikan dan dipersiapkan menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI. Beberapa bulan setelah pendiriannya, Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama - Oeang Republik Indonesia atau ORI. Pengusul dibentuknya sebuah Bank Sentral atau Bank Sirkulasi, serta sekaligus juga adalah sebagai pendiri dan Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) yang pertama adalah Raden Mas (R.M.) Margono Djojohadikusumo.
  • 1955 - Peran Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian mendapat hak untuk bertindak sebagai bank devisa. Sejalan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat nomor 2 tahun 1955. Pada tahun yang sama Bank Negara Indonesia (BNI) membuka cabang pertamanya di luar negeri, yaitu di Singapura. 

Anak Perusahaan
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. saat ini mempunyai 9 anak perusahaan. Mereka adalah sebagai berikut :


Struktur Manajemen
Struktur Manajemen Organisasi PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. saat ini adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Peter Benyamin Stok (Merangkap Komisaris Independen)
  • Wakil Komisaris Utama: Tirta Hidayat
  • Komisaris: Bagus Rumbogo
  • Komisaris: Daniel Theodore Sparringa
  • Komisaris Independen: Bangun Sarwito Kusmuljono
  • Komisaris Independen: Achil Ridwan Djajaningrat
  • Komisaris Independen: Fero Poerbonegoro

Dewan Direksi
  • Direktur Utama: Gatot Mudiantoro Suwondo
  • Wakil Direktur Utama: Felia Salim
  • Direktur: Darmadi Sutanto
  • Direktur: Honggo Widjojo Kangmasto
  • Direktur: Suwoko Singoastro
  • Direktur: Sutanto
  • Direktur: Yap Tjay Soen
  • Direktur: Krishna R. SupartoDirektur: Adi Setianto
  • Direktur: Ahdi Jumhari Luddin

Pemegang Saham
  • Pemerintah Republik Indonesia (yang diwakili oleh Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara): 60%
  • Publik: 40%

Pendiri Bank Negara Indonesia
Raden Mas Margono Djojohadikusumo (lahir 16 Mei 1894 – meninggal 25 Juli 1978 pada umur 84 tahun) adalah pendiri Bank Negara Indonesia. Ia adalah orang tua dari Begawan Ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, dan juga ayah dari dua pemuda yang gugur dalam peristiwa "Pertempuran Lengkong": Kapten Anumerta Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo. Ia juga adalah kakek dari politikus dan mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad, Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, serta kakek dari pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo.
Margono Djojohadikusomo yang lahir pada tanggal 16 Mei 1894 di Purwokerto, adalah cucu buyut dari Raden Tumenggung Banyakwide atau lebih dikenal dengan sebutan Panglima Banyakwide, pengikut setia dari Pangeran Diponegoro, dan anak dari asisten Wedana Banyumas. Ia bersekolah di Europeesche Lagere School Banyumas, adalah sebuah Sekolah Dasar pada zaman kolonial Belanda di Banyumas, dari tahun 1900-1907.



Anggota BPUPKI
R.M. Margono Djojohadikusomo menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI pada tanggal 29 April 1945. Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan janji Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia.



Ketua DPAS
Sehari setelah pelantikan Soekarno dan Hatta menjadi Presiden dan Wapres, dibentuk Kabinet Presidentil dan Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS). Sebagai Ketua DPAS yang pertama ditunjuklah R.M. Margono Djojohadikusomo.



Bank Negara Indonesia
Sebagai Ketua DPAS, Margono mengusulkan supaya dibentuk sebuah Bank Sentral atau Bank Sirkulasi seperti yang dimaksud dalamUUD '45. Soekarno dan Hatta kemudian memberikan mandat kepada Margono untuk membuat dan mengerjakan persiapan pembentukan Bank Sentral (Bank Sirkulasi) Negara Indonesia pada tanggal 16 September 1945.
Pada tanggal 19 September 1945, sidang Dewan Menteri Republik Indonesia memutuskan untuk membentuk sebuah bank milik negara yang berfungsi sebagai "Bank Sirkulasi".
Akhirnya Pada 15 Juli 1946, terbitlan Perpu nomor 2 tahun 1946 tentang pendirian Bank Negara Indonesia, dan penunjukan R.M. Margono Djojohadikusomo sebagai Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI).



Hak Angket
Dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, "Hak Angket" pertama kali digunakan DPR pada tahun 1950-an. Ihwalnya berawal dari usul resolusi oleh R.M. Margono Djojohadikusomo agar DPR mengadakan "Hak Angket" atas usaha memperoleh devisa dan cara mempergunakan devisa.
Panitia angket yang kemudian dibentuk beranggota 13 orang yang diketuai Margono. Tugasnya adalah menyelidiki untung-rugi mempertahankan devisen-regime berdasarkan Undang-Undang Pengawasan Devisen tahun 1940 dan perubahan-perubahannya.

Mangkat 

R.M. Margono Djojohadikusomo meninggal pada tanggal 25 Juli 1978 di Jakarta, dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah.

Penghargaan 
Gedung R.M. Margono Djojohadikusomo di Universitas Gajah Mada dinamakan sesuai dengan nama beliau. Nama R.M. Margono Djojohadikusomo juga diabadikan menjadi nama jalan di Jakarta. Kisah kehidupannya menjadi inspirasi pembuatan film Merah Putih.

Bibliografi 
  • (Belanda) R.M. Margono Djojohadikusomo (1941) "Tien jaren cooperatie-voorlichting vanwege de overheid 1930-1940", Batavia: Volkslectuur.
  • (Indonesia) R.M. Margono Djojohadikusomo (1946) "Kenang-kenangan dari tiga zaman", Jakarta: Indira.
  • (Inggris) R.M. Margono Djojohadikusomo (1969) "Reminiscences from three historical periods a family tradition put in writing", Jakarta: Indira.
  • (Indonesia) R.M. Margono Djojohadikusomo (1975) "Catatan-catatan dari lembaran kertas yang kumal DR. E.F.E. Douwes Dekker (DR. Danudirja Setiabudi), seorang yang tak gentar menjunjung tinggi suatu cita-cita hidup kemerdekaan politik Indonesia", Jakarta: Bulan Bintang.
  • (Indonesia) Sugiarta Sriwibawa (1994) "100 tahun Margono Djojohadikusomo", Jakarta: Pustaka Aksara.

Semoga bermanfaat untuk kita semua...
daftar pustaka :

Rabu, 17 Oktober 2012



.:: More and More ::.









TUGAS AKUNTANSI 1 ( KELOMPOK )



1.     Pengertian Sistem, Elemen Sistem, Sistem Lingkaran Terbuka dan Tertutup, dari pengertian tersebut buatlah masing-masing contohnya !
·        Sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan diantara mereka, Kata Sistem berasal dari bahasa Latin ( Systema ) dan bahasa Yunani (Sustema ), yaitu suatu kesatuan yang terdiri komponen atau  elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran Informasi, Materi atau energi.
·        Elemen sistem adalah Bagian terkecil system yang dapat didentifikasi, jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri dari subsistem-subsistem.
ContohnyaSistem Komputer terdiri dari Software, Hardware, dan Brainware, Sistem Akuntansi.
·        Lingkaran Terbuka: Sistem yang berhubungan dan berpengaruh dengan lingkungan luar.
Contohnya: Sistem penawaran
·        Lingakaran Tertutup: Sistem yang tidakberhubungan dan tidak berpengaruh dengan lingkungan luar.
Contohnya: Sistem penawaran

 2.     Gambarkan simbol-simbol dari SIA !




TUGAS SISTEM BASIS DATA 1


Tugas Sistem Basis Data 1

Muhammad Luthfi Syahbandar Pane
34110762
3DB16

BASIS DATA RELASIONAL

Pengertian Relational Database
Terdapat beberapa cara untuk menangani atau memodelkan data diantaranya adalah:
1. Model Hirarkis / Model Pohon
2. Model Jaringan
3. Model Relasional
Diantara tiga model tersebut model Relasional adalah yang paling sering dipakai. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
Basis data relational adalah sekumpulan tabel-tabel yang memiliki hubungan relasi secara matematika dan logika. Hubungan relasi antar tabel pada
umumnya berupa query, yakni tata aturan relasi yang sudah disusun
berdasarkan desain dan teknik basis data tertentu yang digunakan. Query
menjelaskan hubungan antar tabel secara matematika dan logika. Query
terdiri dari operasi-operasi matematika dan logika yang diterapkan pada
sekumpulan tabel.
Basis data relational dibangun dari sekumpulan tabel yang memiliki
hubungan relasi, dimana relasi itu dinyatakan dengan query. Query itu terdiri
dari beberapa operasi -secara matematika- misalkan operasi join dengan
beberapa operator –secara logika- seperti AND dan OR. Query-query itu
disimpan pada suatu file relasi basis data.
Selanjutnya file relasi basis data, file tabel basis data, file field data structure
language (DSL) dan file field data definition language (DDL), disimpan dalam
suatu skema basis data pada file basis data project yang bersangkutan. File-
file itu harus dibuat terlebih dahulu sebelum membangun sebuah file basis
data project.
Model basisdata relasional merupakan model basisdata yang dirancang agar memiliki konsistensi informasi dalam bentuk normalisasi database. Yang secara implementatif dan operasional dikendalikan oleh mesin Database Managemen System (DBMS).
Struktur dasar basisdata relasional :
  • Relasional Database Management System (RDBMS) beroperasi pada lingkungan logika manusia.
  • Basisdata relasional diasumsikan sebagai sekumpulan tabel-tabel.
  • Setiap tabel terdiri dari serangkaian per-potongan baris/kolom
  • Tabel-tabel (atau relasi) terhubung satu dengan lainnya menggunakan entitas tertentu yang digunakan secara bersama
  • Tipe hubungan seringkali ditunjukkan dalam suatu skema
  • Setiap tabel menghasilkan data yang lengkap dan kebebasan struktural
Keuntungan model data entity relationship :
  • Secara konseptual sangat sederhana
  • Gambaran secara visual
  • Alat bantu komunikasi lebih efektif
  • Terintegrasi dengan model basis data relasional
Kerugian model entity relationship :
  • Gambaran aturan-aturan terbatas
  • Gambaran relasi terbatas
  • Tidak ada bahasa untuk memanipulasi data
  • Kehilangan isi informasi
Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)
Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang c,ukup terkenal antara lain adalah :
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)

  1. Sistem Manajemen Basis Data Relasional
Sebuah sistem manajemen basisdata relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi,manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehinggal dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi perusahaan.

  1. Teknik Modeling Terstruktur
Teknik modeling terstruktur adalah tekhnik untuk perencanaan, permodelan proses (process modeling), permodelan data (data modeling), permodelan object (object modeling), permodelan transisi (state transition modeling) dan desain terstruktur memandu di dalam pembuatan dokumen dan diagram secara benar dan konsisten. Menggunakan teknik dan object terstruktur mendukung suatu standarisasi logika melalui sistem dibawah analisis. Keuntungan dari pendekatan ini adalah:
• Sistem yang besar dapat dipartisi kedalam komponen subsistem atau subfungsi untuk nalisa lebih lanjut.
• Spesifikasi untuk komponen individu lebih mudah, cepat, dan lebih akurat untuk didefinsikan daripada sistem total.
• Interaksi diantara bagian-bagian dapat direncanakanm didesain, dievaluasi, dan diimplementasikan untuk merefleksikan kontrol dan aliran informasi.
• Lebih dari satu orang dapat bekerja dalam sistem yang sama di dalam edisi jaringan.
• Standarisasi format dan tata bahasa meningkatkan dan memudahkan komunikasi dan pemeliharaan.

D. Metodologi Perancangan Basis Data
Metodologi perancangan basis data adalah kumpulan teknik terorganisasi untuk pembuatan rancangan basis data. Teknik terorganisasi ini merupakan kumpulan tahap-tahapan yang memiliki aturan-aturan terurut. Teknik yang digunakan pada perancangan basis data dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Perancangan basis data tingkat logik.

b. Perancangan basis data tingkat fisik.

Perancangan basis data secara logik dimulai dengan penciptaan model konseptual dari organisasi dan seluruhnya tak bergantung rincian implementasi seperti perangkat lunak DBMS, program aplikasi, bahasa pemrograman, platform perangkat keras, dan pertimbangan fisik lainnya. Model konsep ini kemudian dipetakan menjadi model data secara logik yang telah dipengaruhi model data target basis data seperti model relasional.

Dalam perancangan basis data secara logik, kita dapat melakukannya dengan cara:

a. Menerapkan Normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui.

b. Langsung membuat model Entity-Relationship (ER).

Model data secara logik merupakan sumber informasi perancangan fisik. Model ini menyediakan perancang suatu kendaraan untuk pertimbangan dalam merancang basis data yang efisien.

Perancangan basis data secara fisik adalah proses memproduksi deskripsi implementasi basis data pada penyimpanan sekunder, mendeskripsikan struktur-struktur penyimpanan dan metode-metode pengaksesan dalam meningkatkan efektifitas pengaksesan. Pada tahap ini, perancangan fisik telah ditujukan untuk system DBMS tertentu. Perancangan basis data tingkat fisik sudah dikaitkan dengan platform dan perangkat lunak system manajemen basis data dimana basis data diimplementasikan.

E. Langkah-langkah Metodologi Perancangan Basis Data Relasional

- Dimulai dari perancangan basis data logik untuk basis data relasional pada tahap 1 sampai dengan tahap 3.
- Perancangan dan implementasi basis data fisik untuk basis data relasional pada tahap 4 sampai dengan tahap 7.

Tahap 1
Membangun rancangan data konseptual lokal berdasarkan pandangan pemakai. Yaitu mengidentifikasikan himpunan entitas - himpunan entitas. Mengidentifikasikan keterhubungan-keterhubungan (relationship), mengidentifikasikan dan asosiasikan atribut-atribut pada entitas atau keterhubungan, menentukan domain atribut, menentukan atribut-atribut candidate key dan primary key, melakukan spesialisasi/generalisasi, menggambarkan diagram ER, melakukan review model data konsep dengan pemakai.

Tahap 2
Membangun dan validasi model data logik lokal. Yaitu memetakan model data konsep ke model data logik, melakukan turunan relasi-relasi dari model data logik, validasi model menggunakan normalisasi, validasi model berdasarkan transaksi – transaksi pemakai, menggambarkan ER nya, mendefinisikan kontsrain-konstrain (batasan-batasan) integritas, melakukan review model data logik dengan pemakai.

Tahap 3
Membangun dan validasi model data logik global. Yaitu menggabungkan model data logik lokal menjadi model global, validasi model data logik global, periksa untuk pertumbuhan masa datang, menggambarkan diagram ER akhir, melakukan review model logik global dengan pemakai.

Tahap 4
Menerjemahkan model data logik global untuk DBMS target. Yaitu merancang relasi-relasi basis untuk DBMS target, merancang aturan-aturan integritas untuk DBMS target.

Tahap 5
Merancang dan implementasi representasi fisik. Yaitu menganalisa transaksi-transaksi, memilih organisasi file, memilih indeks-indeks sekunder, mempertimbangkan penambahan redudansi yang terkendali, estimasikan ruang disk yang diperlukan.

Tahap 6
Merancang dan mengimplementasikan mekanisme pengamanan. Yaitu merancang view-view pemakai, merancang aturan-aturan pengaksesan.

Tahap 7
Memonitor dan menyesuaikan system yang sedang operasi

   BASIS DATA RELASIONAL

Pengertian Basis Data Relasional
Basis Data Relasional menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data

Contoh tabel dan keterhubungannya :
MHS
NPM
NAMA
ALAMAT
TGL_LAHIR
10200123
SULAEMAN
TANGERANG
 8 MARET 1983
30100143
DIANA
BOGOR
15 NOVEMBER 1983
50100333
SADIKIN
JAKARTA
24 APRIL 1982
20100296
THAMRIN
TANGERANG
13 MEI 1983
10200928
LINA
JAKARTA
8 DESEMBER 1982
50100375
IRAWATI
BEKASI
7 JULI 1982

MTKULIAH
KD_MK
NAMA_MK
SKS
KK021
BASIS DATA
2
KD034
SIMULASI
3
KK044
STRUKTUR DATA
2
DU025
MIKROPROSESOR
4
KK018
KALKULUS
2

NILAI
NPM
KD_MK
NIL_MID
NIL_UAS
10200928
KK021
60
80
50100375
KK044
90
85
50100333
KK021
50
40
30100143
KK018
30
50
10200928
KK044
70
40
10200123
KK021
65
45
20100296
KK021
60
60
50100333
DU025
77
75

Keuntungan Basis Data Relasional
  1. Bentuknya sederhana
  2. Mudah untuk melakukan berbagai operasi data


Istilah dalam Basis Data Relasional :
*      Relasi       : Sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris
*      Atribut      : Kolom pada sebuah relasi
*      Tupel        : Baris pada sebuah relasi
*      Domain     : Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih stribut
*      Derajat (degree)        : Jumlah atribut dalam sebuah relasi
*      Cardinality     : Jumlah tupel dalam sebuah relasi


MTKULIAH

KD_MK
NAMA_MK
SKS
KK021
BASIS DATA
2
KD034
SIMULASI
3
KK044
STRUKTUR DATA
2
DU025
MIKROPROSESOR
4
KK018
KALKULUS
2






Relasional Key
Super Key
Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel di dalam relasi
Candidate Key
Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik
Primary Key
Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tupel secara unik dalam relasi
Alternate Key
Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
Foreign Key
Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuh relasi tetapi pada relasi lai atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa



 


MHS
NPM
NAMA
ALAMAT
10200123
SULAEMAN
JL. SIRSAK 28 JAKARTA
30100143
DIANA
JL. STASIUN 23 BOGOR
50100333
SADIKIN
JL. MARGONDA RAYA 100
20100296
THAMRIN
JL. JATIASIH 78 BEKASI
10200928
LINA
JL. NANGKA 4 JAKARTA
50100375
IRAWATI
JL. PEMUDA 382 TANGERANG

Relational Integrity Rules
1.    Null
Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut
2.    Entity Integrity
Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null
3.    Referential Integrity
Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang  bersangkutan

Bahasa pada basis data relasional
Bahasa yang digunakan adalah bahasa query sebagai pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi
Terbagi 2 :
1.   Bahasa Formal
Bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis
Contoh :
*      Aljabar relasional
Bahasa query prosedural : pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya
*      Kalkulus relasional
Bahasa query non prosedural : pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana utntuk mendapatkannya

Kalkulus relasional  terbagi 2 :
  • Kalkulus relasional tupel
  • Kalkulus Relasional Domain
           
2.   Bahasa Komersial
Bahasa query yang dirancang sendiri oleh programmer menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly)

Contoh :
*      QUEL
Berbasis pada bahasa kalkulus relasional
*      QBE
Berbasis pada bahasa kalkulus relasional
*      SQL
Berbasis pada bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional

Contoh-contoh DBMS dengan Basis Data Relasional :
DB2 → IBM
ORACLE → ORACLE
SYBASE → Powersoft
INFORMIX → Informix
Microsoft Access → Microsoft

Daftar Pusaka

diah.staff.gunadarma.ac.id/.../BASIS+DATA+RELASIONAL.doc
http://peems.blogspot.com/2008/10/relational-database.html